Strategi Pembelajaran LSQ (Learning Start With a Question) dan IS (Information Search) Di Sekolah

Oleh: Hendi Burahman

A.Pendahuluan
Pendidikan merupakan proses yang sangat menentukan untuk perkembangan individu dan perkembangan masyarakat. Kemajuan suatu masyarakat dapat dilihat dari perkembangan pendidikanya. Secara jelas tujuan Pendidikan Nasional yang dirumuskan dalam Undang-Undang No.20 tahun 2003 khususnya pasal 3, bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan pendidikan sebagaimana termuat dalam Undang-Undang tersebut, harus dipahami dan disadari oleh setiap pengembang kurikulum. Sebab, apapun yang direncanakan dan dikembangkan serta dilaksanakan dalam setiap proses pendidikan pada akhirnya harus bermuara pada pengembangan potensi setiap anak agar mereka menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, memiliki akhlak yang mulia, manusia yang sehat, berilmu, cakap dan lain sebagainya.
Penggunaan suatu strategi pembelajaran akan membantu kelancaran, efektivitas, dan efisiensi pencapaian tujuan. Guru dituntut harus dapat menetapkan strategi pembelajaran apa yang paling tepat dan sesuai untuk tujuan tertentu, penyampaian bahan tertentu, suatu kondisi belajar peserta didik, dan untuk suatu penggunaan strategi atau metode yang memang telah dipilih. Tujuan utama seorang guru dalam mewujudkan tujuan pendidikan di sekolah adalah mengembangkan strategi belajar-mengajar yang efektif. Pengembangan strategi ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menciptakan keadaan belajar yang lebih menyenangkan dan dapat mempengaruhi peserta didik, sehingga mereka dapat belajar dengan menyenangkan dan dapat meraih prestasi belajar secara memuaskan. Oleh karena itu, melaksanakan kegiatan belajar mengajar merupakan pekerjaan kompleks dan menuntut kesungguhan guru.
Strategi pembelajaran yang baru berkembang adalah metode Learning Start With A Question (LSQ) dan Information Search (IS) yang dapat meningkatkan Hasil Belajar siswa. Untuk meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam bertanya diperlukan suatu strategi yang tepat. Strategi yang dapat menumbuhkan motivasi dan keaktifan siswa dalam pembelajaran adalah strategi LSQ yaitu suatu strategi pembelajaran aktif dalam bertanya. Agar siswa dapat memiliki daya berinkuiri dan saling bekerjasama diperlukan suatu strategi dan metode yang disebut dengan strategi IS, yaitu suatu strategi pembelajaran mencari informasi melalui diskusi kelompok. Namun ironisnya, strategi pembelajaran ini tidak semuanya digunakan oleh setiap guru mata pelajaran di sekolah-sekolah. Padahal jika dilihat dari peran dan fungsi strategi pembelajaran LSQ (Learning Start With A Question) dan IS (Information Search), sangat urgen dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana memilih strategi pembelajaran?
2.Apa dampak dari pelaksanaan strategi pembelajaran LSQ (Learning Start With A Question) dan IS (Information Search)?

C.Pengertian Strategi Pembelajaran
Setiap orang mempunyai cara yang berbeda dalam melaksanakan suatu kegiatan. Biasanya cara tersebut telah direncanakan sebelum pelaksanaan kegiatan. Bila belum mencapai hasil yang optimal, dia berusaha mencari cara lain yang dapat mencapai tujuannya. Proses tersebut menunjukkan bahwa orang selalu berusaha mencari cara terbaik untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Setiap orang yang menerapkan cara tertentu dalam suatu kegiatan menunjukkan bahwa orang tersebut telah melakukan strategi. Dan strategi tersebut dipakai sesuai dengan kondisi waktu dan tempat saat dilaksanakannya kegiatan.
Strategi pembelajaran terdiri atas dua kata, yaitu strategi dan pembelajaran. Istilah strategi (strategy) berasal dari kata benda dan kata kerja dalam bahasa Yunani, sebagai kata benda, strategos, merupakan gabungan kata “stratosâ€� (militer) dan “agoâ€� (memimpin), sebagai kata kerja, stratego, berarti merencanakan (to plan)1. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, strategi berarti rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus2. Sedangkan secara umum strategi mengandung pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan3. Strategi, menurut Poerwadarminta adalah; 1). Ilmu siasat perang, 2). Siasat Perang, 3). Bahasa Pembicaraan akal (tipu muslihat) untuk mencapai suatu maksud. Sedangkan Pembelajaran merupakan terjemahan dari kata “instruction” yang dalam bahasa Yunani disebut instructus atau “intruere” yang berarti menyampaikan pikiran, dengan demikian arti instruksional adalah menyampaikan pikiran atau ide yang telah diolah secara bermakna melalui pembelajaran4.  Pengertian ini lebih mengarah kepada guru sebagai pelaku perubahan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi sebagai suatu cara yang dianggap mampu untuk mencapai suatu tujuan yang telah terprogram secara sistematis.
Sedangkan pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, di mana mengajar dilakukan oleh guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau siswa. Konsep pembelajaran menurut Corey adalah suatu proses di mana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu5. Pembelajaran menurut Dimyati dan Mudjiono adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan penyediaan sumber belajar6. Jadi, menurut penulis, pembelajaran secara sederhana dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan oleh pendidik (guru) untuk membantu peserta didik (siswa) aktif dalam kegiatan belajar yang telah dirancang oleh guru.
Strategi yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar disebut strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran menurut Slameto ialah suatu rencana tentang pendayagunaan dan sarana yang ada untuk meningkatkan efektifitas dan efisien pengajaran7. Menurut Nana Sudjana, strategi pembelajaran adalah tindakan guru melaksanakan variabel pengajaran (yaitu tujuan, materi, metode, dan alat serta evaluasi) agar dapat memengaruhi siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan8. Dari berbagai pendapat mengenai strategi pembelajaran di atas, dapat di simpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu rencana yang dilaksanakan pendidik (guru) untuk mengoptimalkan potensi peserta didik agar siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mencapai hasil yang diharapkan

D.Pertimbangan Pemilihan Strategi Pembelajaran
Pembelajaran pada dasarnya adalah proses penambahan informasi dan kemampuan baru. Ketika kita berpikir informasi dan kemampuan apa yang harus dimiliki oleh siswa, maka pada saat itu juga kita semestinya berpikir strategi apa yang harus dilakukan agar semua itu dapat tercapai secara efektif dan efisien. Ini sangat penting untuk dipahami, sebab apa yang harus dicapai akan menentukan bagaimana cara mencapainya.
Sebelum menentukan strategi pembelajaran yang dapat digunakan, ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan:
a.Pertimbangan yang berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan adalah:
1)Apakah tujuan pembelajaran yang ingin dicapai berkenaan dengan aspek
2)Bagaimana kompleksitas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, apakah tingkat tinggi atau tingkat rendah ?
3)Apakah untuk mencapai tujuan itu memerlukan keterampilan akademis ?
b.Pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran:
1)Apakah materi pelajaran itu berupa fakta, konsep, hukum, atau teori tertentu ?
2)Apakah untuk mempelajari materi pembelajaran itu memerlukan prasyarat tertentu atau tidak ?
3)Apakah tersedia buku-buku sumber untuk mempelajari materi itu ?
c.Pertimbangan dari sudut siswa:
1)Apakah strategi pembelajaran sesuai dengan tingkat kematangan siswa ?
2)Apakah strategi pembelajaran itu sesuai dengan minat, bakat, dan kondisi siswa ?
3)Apakah strategi pembelajaran itu sesuai dengan gaya belajar siswa ?
d.Pertimbangan-pertimbangan lainnya:
1)Apakah untuk mencapai tujuan cukup dengan satu strategi saja ?
2)Apakah strategi yang kita tetapkan dianggap satu-satunya strategi yang dapat digunakan ?
3)Apakah strategi itu memiliki nilai efektivitas dan efisiensi ?9.
Dari berbagai pertanyaan di atas, merupakan bahan pertimbangan dalam menetapkan strategi yang ingin diterapkan. Misalkan untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan aspek kognitif, akan memiliki strategi yang berbeda dengan upaya untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan aspek afektif atau aspek psikomotor, dll.

E.Pelaksanaan Strategi Learning Start With A Question (LSQ)
Secara tegas telah  dinyatakan dalam Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan nasional “berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” Sebagai salah satu ilmplikasi dari tuntutan normatif, Udin S. Wiranaputra mengemukakan bahwa kapasitas dan kinerja guru  pada tiap satuan pendidikan perlu dikembangkan agar dapat memberi layanan pendidikan yang bermutu. Kapasitas dan kinerja pembelajaran adalah kemampuan guru dalam satuan pendidikan untuk merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan melakukan penyempurnaan program pembelajaran secara utuh dan berkelanjutan sebagai bagian integral dari perwujudan peningkatan mutu pendidikan berbasis sekolah. Bentuk peningkatan kapasitas dan kinerja guru melalui kompetensi metodologi adalah melalui pemahaman dan pelaksanaan  strategi pembelajaran yang mampu membangun pembentukan sikap demokratis dan bertanggung jawab. Strategi pembelajaran adalah penataan cara-cara atau langkah-langkah dibawah kondisi pembelajaran yang berbeda guna mencapai tujuan atau kompetensi hasil pembelajaran10.
Strategi Learning Start With a Question (LSQ) adalah suatu strategi pembelajaran aktif dalam bertanya. Agar siswa aktif dalam bertanya, maka siswa diminta untuk mempelajari materi yang akan dipelajarinya, yaitu dengan membaca terlebih dahulu. Dengan membaca maka siswa memiliki gambaran tentang materi yang akan dipelajari, sehingga apabila dalam membaca atau membahas materi tersebut terjadi kesalahan konsep akan terlihat dan dapat dibahas serta dibenarkan secara bersama-sama. Untuk melihat apakah siswa telah mempelajari materi tersebut, maka guru melakukan pre test. Selain itu, guru memberi tugas kepada siswa untuk membuat rangkuman serta membuat daftar pertanyaan, sehingga dapat terlihat berapa persen siswa yang belajar dan yang tidak belajar. Dengan membaca maka dapat memetik bahan-bahan pokok yang penting. Dalam membaca terdapat beberapa cara seperti :
1)Saat membaca, siswa memberi garis bawah. Hal ini bertujuan agar siswa mengetahui kata yang penting atau kata-kata yang kurang dimengerti.
2)Siswa membuat catatan atau ringkasan hasil bacaan. Hal ini bertujuan agar siswa mengetahui materi yang perlu dihafal atau dikaji ulang.
Dengan bertanya akan membantu siswa belajar dengan kawannya, membantu siswa lebih sempurna dalam menerima informasi, atau dapat mengembangkan keterampilan kognitif tingkat tinggi. Dengan demikian guru tidak hanya akan belajar bagaimana “ bertanya” yang baik dan benar, tetapi juga belajar bagaimana pengaruh bertanya di dalam kelas. Kelancaran bertanya (fluency) adalah merupakan jumlah pertanyaan yang secara logis dan relevan diajukan guru kepada siswa di dalam kelas. Kelancaran bertanya ini sangat diperlukan bagi guru di dalam proses belajar-mengajar. Pertanyaan yang disajikan guru diarahkan dan ditujukan pada pelajaran yang memiliki informasi yang relevan dengan materi pelajaran, untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan pelajaran yang telah ditetapkan11. Zaini dkk. mengatakan bahwa langkah-langkah pembelajaran LSQ sebagai berikut :
1)Guru memberi tahu dahulu materi apa yang akan dibahas.
2)Guru meminta siswa untuk mempelajari materi yang akan dipelajari dan meminta siswa untuk menuliskan atau memberi tanda pada bagian bacaan yang tidak dipahaminya dirumah.
3)Guru meminta siswa untuk bertanya materi yang kurang dipahami
4)pada saat membaca.
5)Guru mulai melakukan kegiatan sesuai yang direncanakan di dalam
6)Rancangan pembelajaran12.

F.Strategi Information Search (IS)
Strategi IS (Information Search) adalah suatu strategi pembelajaran mencari informasi. Informasi dapat diperoleh melalui koran, buku paket, majalah, atau internet. Hal tersebut digunakan agar siswa dapat memiliki informasi lebih tentang materi tersebut. Agar siswa aktif mencari informasi, maka guru membuat suatu permasalahan yang dituangkan di dalam LDS (Lembar Diskusi Siswa). Pencarian informasi ini dilakukan secara kelompok, yang bertujuan agar permasalahan tersebut terselesaikan dengan cepat, dan apabila siswa malu bertanya kepada guru siswa dapat bertanya dengan teman sekelompoknya, sehingga terjadi tukar pendapat antar anggota kelompok13. Langkah-langkah strategi IS sebagai berikut : Guru membuat suatu permasalahan yang mana dalam permasalahan tersebut siswa diminta untuk mencari informasi agar permasalahan tersebut dapat dipecahkan. Permasalahan ini dituangkan di dalam LDS, dan LDS ini dikerjakan secara kelompok. Tiap kelompok dapat mencari informasi tersebut melalui bahan-bahan sumber yang bisa diakses siswa, seperti koran, majalah internet, dan buku paket lainya. Setelah siswa menyelesaikan LDS dengan waktu yang telah ditetapkan, kemudian guru meminta siswa untuk mempresentasikan jawaban tersebut di depan kelas. Kelompok lain mendengarkan, melontarkan pertanyaan, dan menyanggahnya, sehingga terjadi diskusi di kelas. Selanjutnya guru menegaskan kembali materi yang telah dibahas, hal ini bertujuan agar siswa tidak mengalami salah persepsi tentang materi tersebut. Dari penjelasan diatas terlihat bahwa strategi LSQ dan IS ini memiliki beberapa kelebihan. Kelebihan dari strategi LSQ dan IS sebagai berikut :
1)Siswa menjadi siap memulai pelajaran, karena siswa belajar terlebih dahulu sehingga memiliki sedikit gambaran dan menjadi lebih paham setelah mendapat tambahan penjelasan dari guru.
2)Siswa aktif bertanya dan mencari informasi.
3)Materi dapat diingat lebih lama.
4)Kecerdasan siswa diasah pada saat siswa mencari informasi tentang materi tersebut tanpa bantuan guru.
5)Mendorong tumbuhnya keberanian mengutarakan pendapat secara terbuka dan memperluas wawasan melalui bertukar pendapat secara kelompok.
6)Siswa belajar memecahkan masalah sendiri secara berkelompok dan saling bekerjasama antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai. Melalui langkah-langkah dalam strategi LSQ dan IS akan membuat beberapa tahapan pembelajaran yang menggunakan strategi LSQ dan IS yang dibantu dengan diskusi kelompok.

G.Analisis SWOT dalam strategi pembelajaran LSQ dan IS
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi, berdasarkan logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Sthrengths) dan peluang (Opportunities), dan secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats). Jadi, analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal Peluang dan Ancaman dengan faktor internal Kekatan dan Kelemahan14.
Strategi pembelajaran LSQ dan IS dianalisis menggunakan analisis swot menghasilkan berbagai solusi dan permasalahan, namun dengan berbagai bahasan strategi ini dapat dikatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Kekuatan
Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
Pembelajaran dapat lebih menarik
Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar
Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan
Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan
Peran guru berubahan kearah yang positif
Peluang
Menarik perhatian siswa
Membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran
Mengatasi keterbatasan ruang
Pembelajaran lebih komunikatif dan produktif
Waktu pembelajaran bisa dikondisikan
Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar
Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu atau menimbulkan gairah belajar.
Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam
Meningkatkan kadar keaktifan atau keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Tantangan
peserta didik dituntut respon dengan proses pembelajaran
peserta didik akan terpancing untuk berfikir
peserta didik harus melkukan komunikasi agar mendapatkan respon dari peserta didik yang lain.
Menyediakan fasilitas yang sesuai dengan pokok kajian
pendidik harus melakukan pengkondisian kelas, karena proses LSQ harus terjadi komunikasi 1 lawan 1 dan 1 lawan audiens
sebelum proses berlangsung, pendidik harus mengarahkan peserta didik untuk menyiapkan bahan yang dibahas
peserta didik dituntut berani dan tidak malu
pendidik harus menjadi netral dalam pelaksanaan proses tersebut.
Kelemahan
peserta didik yang jarang memperhatikan atau bosan jika bahasan dalam strategi tersebut tidak disukai
pelaksanaan strategi harus dilakukan oleh pendidik yang kreatif dan vokal, sedangkan tidak semua pendidik di Indonesia memiliki karakter tersebut.
Tidak semua lembaga bisa melaksanakannya, karena fasillitas harus tersedia
menjadi hambatan dengan berbagai pola pikir dan karakter peserta didik yang berbeda-beda

H.Kesimpulan
Sebelum melaksanakan berbagai macam strategi yang bervariatif, hendaknya pendidik memilih strategi yang sesuai dengan kondisi peserta didik agar tujuan pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan dapat dicapai. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran
Melaksanakan berbagai macam strategi pembelajaran adalah upaya guru dalam mengembangkan kualitas peserta didik. Dengan melaksanakan strategi pembelajaran LSQ (Learning Start With a Question) dan IS (Information Search) Untuk meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam bertanya dan menumbuhkan motivasi dan keaktifan siswa serta dapat memiliki daya berinkuiri dan saling bekerjasama.
DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2001), edisi ke-3, cet. 1,

Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 1999)

Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Algensindo, 2002)

Rasyad, Aminuddin , Teori Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Uhamka Press, 2003)

Sudjana S, Strategi Pembelajaran, cet. 3, (Bandung: Falah Production, 2000)

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), cet. 2,

Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk membantu memecahkan  problematika belajar dan mengajar, (Bandung: Alfabeta, 2003)

Slameto, Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit Semester (SKS), (Jakarta: Bumi Aksara, 1991)

Sunaryo. Strategi Belajar Mengajar Dalam Pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. (Jakarta:: Depdikbud 1989)

Udin, S. Winataputra,. Pedoman  Umum Sekolah Sebagai  Wahana Pengembangan Warga Negara Yang Demokratis dan  Bertanggung Jawab melalip Pendidikan Kewarganegaraan (Jakarta: Dirjen. Mandikasmen 2007)

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, ed. 1, cet. 5, (Jakarta: Kencana, 2008)

Zaini, Hisyam; Bermawy Munthe; Sekar Ayu Aryani, Strategi Pembelajaran Aktif (Yogyakarta : Pustaka Insan Madani 2008)
0 komentar:

Poskan Komentar

Arsip Tulisan


Masukkan Code ini K1-36DCA9-9
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Followers